Senin, 15 September 2008

kEmAsAn MeMatIkAn

Ada banyak banget kemasan dalam kehidupan kita setiap harinnya. Mulai dari bungkus permen yang kita makan waktu lagi ngantuk di pelajaran fisika, sterofoam pembungkus nasi uduk dikantin, sampe minuman kaleng faforite kita waktu pulang sekolah. Meski praktis, sebenarnnya kemasan yang terbuat dari plastik, sterofoam, kaca, kaleng dan kertas itu sedikit banyak menyumbang pada kerusakkan bumi kita lho!

Menurut Environment Protection Body, lembaga lingkungan hidup di Amerika Serikat, ada kurang lebih 500 miliar sampai 1 triliun kantong plastik yang digunakan di dunia setiap tahunnya. Padahal bahan plastik butuh waktu waktu 200-400 tahun untuk mengurainnya.

Buanglah botol minuman yang ada gambar recycle dan tercantum angka 1,2,3,4 karena sudah tak layak pakai untuk diisi ulang kembali, nah pakailah botol minuman yang tertanda recycle dan tercantum angka 5 unuk kembali diisi ulang, karena jenis plastik berbeda-beda.

Botol plastik yang sering digunakan untuk kemasan minuman adalah jenis PET (polyethylene terephthalate), yang terbuat dari minyak petrolium yang nggak bisa diperbaharui. Makannya pengambilan bahan ini dari bumi menyababnkan kerusakan tanah pada ekosistem.

Kemasan styrofoam yang prakis dan mampu mempertahankan suhu makanan, tidak dapat terurai. Bahkan proses produksinya menghasilkan bau yang nggak enak dan mengganggu pernafasan, dan melepaskan 57 zat berbahaya ke udara. Saking berbahayanya limbah dari produksi styrofoam, Evironmental Protection Agency (EPA) menobatkan limbah ini sebagai limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia.

Kaleng yang dibuat dari alumunium sebenarnnya punya banyak efek yang merugikan buat lingkungan kita! Untuk membuatnya saja, alumunium yang berasal dari bauksit ini memerlukan energi 7,5 kilowatt per-jam untuk mengubah satu pon alumunium. Belum lagi kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat penambangan bauksitnya sendiri. Kaleng soda juga merugikan karena lebih berat dan membutuhkan lebih banyak bensin untuk pengangkutannya.

Ketika menjadi sampah, kaleng memang bisa didaur ulang. Tapi, sayangnya, energi yang dibutuhkan untuk mendaur ulang satu kaleng soda sama dengan energi listrik yang kita pakai untuk menyalakan komputer selama 3 jam! Bayangkan saja jika ada kurang lebih 1,4 juta kaleng yang harus didaur ulang setiap tahunnya, berapa banyak energi yang harus terbuang?